Alat Tes Apa Yang Pas Untuk Karyawan Pabrik

Pertanyaan :

SAYA baru di bidang HRD dan ketika masuk banyak sekali sistem HR yang harus dibenahi salah satunya mengenai rekrutmen. Kami perusahaan yang sedang berkembang dan membutuhkan karyawan yang cukup banyak untuk posisi di pabrik seperti produksi, QC dan engineering. Kami tidak bekerja sama dengan pihak luar untuk masalah rekrutmen, sehingga semua perekrutan dilakukan secara internal dan mandiri. Kira-kira alat psikotest apa yang pas digunakan untuk karyawan pabrik? Supaya dari segi ketahanan mental dan personality dapat terukur dengan baik ?  Mohon masukannya. Terima kasih.

Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Untuk melaksanakan kegiatan tes pegawai di pabrik memang perlu ditentukan terlebih dahulu kriteria kompetensinya. Jika kegiatan tersebut diselenggarakan secara mandiri dan tidak menggunakan konsultan memang ada keuntungannya juga, yang antara lain team SDM akan semakin tajam dalam menghadapi kasus-kasus pengetesan dan diagnosa kompetensi pegawai di masa mendatang.

Namun tantangannya adalah, dari segi waktu yang didedikasikan untuk kegiatan rekrutmen dan seleksi menjadi lebih banyak. Bisa dipahami karena untuk melakukan kegiatan administrasi tes, skoring sampai dengan evaluasi hasilnya sangatlah menyita waktu.

Mengenai alat test yang tersedia, sebenarnya sangat banyak pilihannya. Yang terpenting adalah penetapan atau persyaratan kompetensi pegawai di pabrik.

Mungkin masukan ini bisa membantu Anda, misalnya dengan menjadikan kriteria kesiapan menerima tantangan untuk bekerja fisik dan mental di lapangan, inisiatif, kepatuhan, kerjasama, komunikasi dlsb. Sebaiknya gunakan beberapa metode psikotes, yakni tes yang dapat menjaring ability, mungkin jika diperlukan dengan tambahantechnical mechanical test, test kepribadian dan daya tahan menghadapi situasi kerja penuh tekanan.

Jika perlu, berikan work sample test yang bisa dikembangkan bersama-sama users di perusahaan. Pilihlah test yang tidak memerlukan waktu yang panjang untuk mengerjakannya, mengingat jumlah peserta yang biasanya massal.

Jika di tempat kerja Anda sekarang ada seorang atau dua orang psikolog yang bekerja, maka pilihan alat test sangat bervariasi. Tetapi, jika perusahaan tidak memiliki tim rekrutmen yang berlatar belakang psikolog, maka alat alat test yang dapat digunakan menjadi sangat terbatas.

Untuk itu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan perguruan tinggi di kota setempat yang memiliki jurusan psikologi. Hal ini untuk mengetahui tata cara dan etika pembelian dan penggunaan alat alat tes psikologi seperti yang Anda butuhkan.

Untuk melihat kebutuhan alat tes psikologi, silakan KLIK Daftar Alat Tes Psikologi dan Fungsinya.

Untuk memudahkan skoring, Silakan KLIK Software Skoring Otomatis.

Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia

Software Psikotes – Manajemen sumber daya manusia (MSDM) ini sudah menjadi wacana yang sangat akrab baik dikalangan akademisi maupun para konsultan serta para praktisi. Harus diakui, integrasi strategi sumber daya manusia dengan keseluruhan strategi bisnis lebih mudah dimengerti daripada diterapkan. Lebih mudah bicara soal teori daripada mempraktekkannya.

Filosofi MSDM menurut Michael Armstrong (2003), menekankan sifat stratejik pengelolaan SDM dan kebutuhan untuk mengintegrasikan strategi sumber daya manusia dengan strategi bisnis. Karena itu, MSDM melihat faktor manusia sebagai faktor utama dan berharga milik organisasi yakni orang-orang yang bekerja dalam organisasi baik secara individual maupun kolektif. Merekalah yang memberikan kontribusi serta menentukan maju atau mundurnya sebuah perusahaan.

Dasar Manajemen SDM

Definisi MSDM adalah sebagai pendekatan stratejik dan koheren untuk mengelola aset paling berharga milik organisasi, orang-orang yang bekerja didalam organisasi, baik secara individu ataupun kolektif, memberikan sumbangan untuk mencapai sasaran organisasi.

Tujuan Manajemen SDM

Tujuan MSDM secara keseluruhan adalah untuk memastikan bahwa organisasi mampu mencapai keberhasilan melalui orang. Seperti telah diungkapkan oleh Ulrich dan Lake (1990), sistem MSDM dapat menjadi sumber kapabilitas organisasi yang memungkinkan perusahaan dapat belajar dan memperagakan kesempatan untuk peluang baru. Secara khusus, MSDM bertujuan untuk :
- Dimungkinkan organisasi untuk mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi, seperti yang dibutuhkan;
- Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia – kontribusi, kemampuan dan kecakapan mereka;
- Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti, sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan bisnis.(Becker et al., 1997);
- Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah stakeholder dalam organisasi yang bernilai dan membantu mengembangkan iklim kerja sama dan kepercayaan bersama;
- Menciptakan iklim, diharapkan hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan;
- Mengembangkan lingkungan, diharapkan kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang;
- Membantu organisasi untuk mengembangkan dan mengadaptasikan kebutuhan stakeholder (pemilik, lembaga, atau wakil pemerintah, manajemen, karyawan, pelanggan, pemasok, dan masyarakat luas);
- Memastikan bahwa orang dinilai dan dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai;
- Mengelola tenaga kerja yang beragam, memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan, gaya kerja dan aspirasi;
- Memastikan bahwa persamaan kesempatan tersedia untuk semua;
- Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan pada perhatian untuk karyawan, keadilan dan transparansi;
- Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan.